Rabu, 24 Agustus 2011

KENAPA SAYA MEMILIH IESP . . .

Konferensi Nasional Jurusan Ekonomi Pembangunan Trisakti Jakarta 25-27 Januari 2006 Ilmu Ekonomi dan penajaman Kompetensi lulusan.


Latar Belakang

Kekecewaan banyak pihak akan mandulnya ilmu dan teori ekonomi untuk mengatasi penyebab maupun akibat krisis menunjukkan bahwa ilmu ekonomi dipahami secara salah. Hal ini terjadi karena tidak adanya kesepahaman yang sama antar tokoh ekonom. Lebih-lebih ilmu ekonomi dipandang hanya meilik “ekonom selebritis” saja sementara ekonom selebriti tidak mereprentasikan ilmu ekonomi, karena pendapat-pendapatnya tanpa landasan teori, modekuantitatif, data dan analisis statistic yang memadai.

Disamping hal tersebut diatas, program studi kurang memiliki otoritas dalam mendesign kurikulum karena masih kuatnya regulasi pemerintah dalam dunia pendidikan tinggi.

Hasil Konferensi

Berdasarkan hasil Komferensi Nasional Jurusan Ekonomi Pembangunan, dihasilkan beberapa kesepakatan-kesepakatan. Kesepakatan-kesepakatan tersebut antara lain:

C Nama jurusan Ekonomi Pembangunan berubah menjadi Ilmu Ekonomi.

C Dibentuk Forum Komunikasi Nasional Jurusan/Departeman Ilmu Ekonomi.

C Dibentuk Forum Komunikasi Nasional Mahasiswa/Departeman Ilmu Ekonomi.


Tantangan dan Prospek

Ada dugaan bahwa pengguna lulusan Jurusan Ilmu Ekonomi lebih sedikit dibandingkan pengguna lulusan jurusan Ilmu Manajemen dan Akuntasi pada masa lalu (Periode 1990-an) ada benarnya, sesunggunya dapat ditengarai bahwa pada masa sekarang dan yang akan datang kebutuhan tanaga-tenaga lulusan Jurusan Ilmu Ekonomi semakin meningkat. Berbagai kebijakan Pemerintah yang menggunakan teori, konsep, dan teknik ekonomi semakin meluas. Pembangunan sektor-sektor dan sub sektor-sub sektor; keuangan, moneter, perbankan, asuransi, industri, pertanian, kelautan, perikanan, pengairan, tenaga kerja, perdagangan dalam negeri, perdagangan luar negeri, pengembangan usaha kecil dan menengah serta besar, koperasi, transportasi darat dan laut serta udara, pertambangan, energi, pariwisata, pos, telekomunikasi dan informatika, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, tataruang dan pertanahan, pendidikan, olahraga, kependudukan, keluarga, kesejahteraan social, kesehatan, pemberdayaan perempuan, perumahan, pemukiman, ilmu pengetahuan dan teknologi, politik dalam negeri, politik luar negeri, komunikasi dan informasi, pertahanan dan keamanan, membutuhkan analis-analis ekonomi. Demikian juga, sejalan dengan desentralisasi pemerintahan dimana kebijakan, perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota maka pembangunan di masing-masing wilayah tersebut membutuhkan analis-analis ekonomi. Demikian juga perusahaan-perusahaan baik internasional dan nasional maupun daerah di berbagai bidang usahamembutuhkan analis-analis ekonomi untuk dapat mengembangkan usahanya di era globalisasi suberdaya dan produk yang semakin kompetitif. Ini semua merupakan tantangan bagi pengembangan kompetensi dan pengajaran Ilmu Ekonomi di Indonesia. Apabila tantangan ini dapat dijawab dengan baik oleh pengembangan kompetensi dan pengajaran Ilmu Ekonomi maka prospek Ilmu Ekonomi di Indonesia akan semakin cerah.

Tantangan pokok ke depan adalah bagaimana mengembangkan kompetensi bidang studi ini sedemikian rupa yang pada satu sisi tidak terlalu memberatkan peserta didik (mahasiswa) namun dapat memenuhi tuntutan dari peluang-peluang pasar seperti yang disebutkan di atas. Tantangan lain adalah untuk menyediakan dosen-dosen yang bermutu dan profesional pada masing-masing perguruang tinggi.

Kompetensi Ilmu Ekonomi

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan di berbagai sektor dan bidang, baik di tingkat nasional maupun regional, baik oleh pemerintah maupun swasta dan masyarakat, perlu dikembangkan pengajaran Ilmu Ekonomi yang dapat memberikan kompetensi bagi para lulusan sesuai dengan berbagai kebutuhan pembangunan.
Disamping mempunyai kompetensi-kompetensi pokok yang dikembangkan dalam Pengantar Teori Ekonomi, Teori Ekonomi Mikro dan Makro serta konsep dan teknik yang ada dalam matematika, Statistika, dan Ekonometrika, pengajaran Ilmu Ekonomi perlu diperluas dengan memberikan mata kuliah-mata kuliah konsentrasi dan atau pilihan seperti ekonomi keuangan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, ekonomi asuransi, ekonomi industri, ekonomi pertanian, ekonomi kelautan, ekonomi kelautan, ekonomi kelautan, ekonomi tenaga kerja, ekonomi perdagangan, ekonomi koperasi dan UMKM, ekonomi transportasi, ekonomi pertambangan dan energi, ekonomi pariwisata, ekonomi pos dan telekomunikasi, ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan hidup, ekonomi tata ruang dan pertanahan, ekonomi pendidikan, ekonomi olahraga, ekonomi kependudukan dan keluarga, ekonomi kesejahteraan sosial, ekonomi sosial, ekonomi kesehatan, ekonomi perumahan dan pemukiman, ekonomi politik, ekonomi komunikasi dan informasi, dan lain-lain.

Selain pemberian mata pelajaran-mata pelajaran seperti disebutkan di atas, perlu juga dikembangkan konsentrasi yang lebih relevan dengan tuntutan pembangunan (pasar), misalnya konsentrasi perencanaan pembangunan ekonomi daerah, konsentrasi pembangunan ekonomi terpadu, konsentrasi pembangunan kawasan, dan konsentrasi ekonomi internasional.


Semoga Atensi Ini dapat Mengubah Paradigma Jurusan ILMU EKONOMI di Universitas Jambi Tempat Saya Menimbah Ilmu.

Amin....3x

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar...nya Dong ^_^