Sabtu, 28 Januari 2012

Motivasi Saya Masuk BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA



Sebagaimana yang kita ketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) adalah suatu Lembaga Tertinggi dalam organisasi kemahasiswaan. Fungsi dari BEM itu sendiri adalah sebagai media penyaluran aspirasi, dan prestasi yang membawahi segala organisasi yang ada di Fakultas. Atau dapat dikatakan, bahwa BEM adalah DPRnya mahasiswa.
Salah satu motivasi terbesar saya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KBM UNJA adalah untuk mengasah kemampuan kepemimpinan (leadership) saya, dan bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama, dan berusaha dengan rekan – rekan yang lainnya untuk bersama-sama memajukan dan meningkatkan kualitas UNIVERSITAS NEGRI JAMBI di mata Nasional maupun Internasional.  Semoga ini menjadi wadah bagi saya untuk menjadi Manusia yg Berguna dan Bermanfaat di masa Sekarang Maupun Masa yg akan datang.. Amin :)

JIka kita memperhatikan, melihat dan membuka wawasan kita pada Universitas- Universtas lain di Seluruh Indonesia, citra BEM di mata mahasiswa adalah sangat baik. Artinya, Mahasiswa mengakui dan mempercayakan amanat serta aspirasi yang mereka miliki dalam suatu media yang disebut BEM. Selain itu, BEM adalah suatu titik tolak ukur keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan misi non – akademiknya di dalam suatu UNIVERSITAS.
Namun yang sangat disayangkan, citra BEM di kalangan orang tua, dosen atau bahkan para petinggi Negara terkadang memang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hal ini mungkin dikarenakan oleh maraknya aksi demonstrasi anarkis yang dilakukan mahasiswa yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan topeng BEM. Tindakan seperti merusak Mobil dan Kendaraan lain yang di parkir, melempari gedung DPR dan MPR, membakar ban, dan tidak jarang aksi – aksi seperti ini selalu berakhir dengan adanya bentrok dengan pihak keamanan / Polisi, apalagi mengajak Pak GUBERNUR Bersumpah (hehe) . Hal ini jujur saya katakan sungguh ironis sekali.
Sebagai mana yang kita ketahui, Mahasiswa adalah suatu social control yang mana berarti adalah, Mahasiswa dianggap sebagai kaum intelektual yang diakui sangat peka terhadap situasi serta kondisi yang terjadi di Negara kita. Lengsernya Presiden Soeharto dari kursinya pada tahun 1997 adalah salah satu bukti kuatnya usaha para Mahasiswa dalam menegakkan hukum di Negara ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, seorang yang memiliki otak, tidak akan mungkin melakukan tindak kekerasan atau anarkisme yang selama ini sering di lakukan oleh rekan – rekan kita. Pemerintah tidak pernah melarang aksi demonstrasi, justru Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya mengatakan “lakukanlah demonstrasi dengan damai, berwibawa dan penuh makna.”
Selain itu, Mahasiswa juga merupakan iron stock yaitu sebagai calon – calon pemimpin di masa yang akan datang. Mahasiswa di tuntut memiliki kemampuan intelektual dan kreatifitas yang tinggi, kepekaan jiwa social yang baik serta akidah akhlak/moral yang mulia. Karena apa? Setiap pemimpin yang hanya mengandalkan kemampuannya secara intelektual tanpa memiliki moral yang baik akan sangat menjatuhkan wibawanya sendiri.
Sebagai contoh, para petinggi Negara kita yang terhormat yang saat ini mendekam di penjara akibat kasus korupsi, NAZARUDIN misalnya, bukan kah ia bukan  orang  yang sembarangan. Dia adalah kaum yang terpelajar, cerdas dan kemampuannya patut diacungi jempol. Namun apa, sekali lagi saya katakan, tanpa memiliki moral yang baik, seseorang . . sehebat apapun dia pasti akan jatuh juga dari kedudukannya.


SEMOGA SAYA SELALU DITUNTUN DAN DIBIMBING OLEH ALLAH.SWT . . . amin  ^_^

1 komentar:

Komentar...nya Dong ^_^